Urgensi Tauhid Dalam Mewujudkan Kebahagiaan Manuisia



Perlu kita ketahui bersama bahwa hati setiap mukmin tidak akan menjadi baik tanpa pondasi utama, yang telah dijelaskan dengan gamblang oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu tauhid kepada Allah Taโ€™ala dan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.
Tauhid yang murni dan bersih adalah pondasi utama tegaknya langit dan bumi. Allah Taโ€™ala berfirman,
(ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ุขูŽู„ูู‡ูŽุฉูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽููŽุณูŽุฏูŽุชูŽุง ููŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุตููููˆู†ูŽ )
[ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก:22]
โ€œSekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai โ€˜Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.โ€ (Al-Anbiyaa: 22)
Karena tauhid pula, manusia dan jin diciptakan. Allah โ€˜โ€˜Azza wa Jalla berfirman,
(ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ุขูŽู„ูู‡ูŽุฉูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽููŽุณูŽุฏูŽุชูŽุง ููŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุตููููˆู†ูŽ )
[ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก:22]
โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.โ€ (Adz-Dzaariyat: 56)
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah!
Tauhid memiliki beberapa keutamaan, antara lain menghalangi seorang muwahhid kekal di neraka. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam.
ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€œู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนููŠุณูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽู„ูู…ูŽุชูู‡ู ุฃูŽู„ู’ู‚ูŽุงู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ ูˆูŽุฑููˆุญูŒ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุญูŽู‚ู‘ูŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽู‚ู‘ูŒ ุฃูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู.โ€
โ€œBarangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah semata dengan tidak menyekutukan-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa โ€˜Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya dan firman-Nya yang Allah berikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun keadaan amalnya.โ€ (HR. Bukhari, No. 3435)
Al-Walid (yang meriwayatkan hadits ini) berkata, telah bercerita kapadaku Ibnu Jabir dari โ€˜Umair dari Junadah dengan menambahkan, โ€œmaka akan dimasukkan ke dalam surga lewat salah satu dari ke delapan pintu surga yang mana saja yang dia mau.โ€
Seorang muwahhid juga akan mendapatkan rasa aman dan hidayah baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Taโ€™ala berfirman,
( ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูุณููˆุง ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุธูู„ู’ู…ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‡ู’ุชูŽุฏููˆู†ูŽ ) [ุงู„ุฃู†ุนุงู…:82]
โ€œOrang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.โ€ (Al-Anโ€™am: 82)
Tauhid yang murni adalah inti ajaran dari semua risalah samawi yang diturunkan Allah Taโ€™ala. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam. Ia adalah syiar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. Itulah sebabnya para nabi dan rasul adalah orang yang paling besar mendapatkan rasa aman tersebut. Karena merekalah orang yang paling terdepan dalam upaya menegakkan tauhid di muka bumi ini.
Rasa aman yang didapatkan berbanding lurus dengan tingkat tauhid seseorang. Maka semakin kuat tauhid seseorang maka akan semakin besar rasa aman yang didapatkan.
(ู„ูŽุง ูŠูŽุญู’ุฒูู†ูู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุฒูŽุนู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุชูŽุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุงู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชููˆุนูŽุฏููˆู†ูŽ )[ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก: 103]
โ€œMereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), โ€œinilah harimu yang Telah dijanjikan kepadamu.โ€ (Al-Anbiyaaโ€™: 103)
Hadirin para hamba Allah yang berbahagia!
Tauhid juga merupakan modal utama terhindar dari berbagai kesulitan di hari kiamat kelak
ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุตูŽุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงุฑูุฏููˆู†ูŽ 98 ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุขูŽู„ูู‡ูŽุฉู‹ ู…ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏููˆู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ู‘ูŒ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูŽุงู„ูุฏููˆู†ูŽ 99 ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฒูŽูููŠุฑูŒ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ 100 ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุญูุณู’ู†ูŽู‰ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูุจู’ุนูŽุฏููˆู†ูŽ ) [ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก:98 -101 ]
โ€œSesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. dan semuanya akan kekal di dalamnya. Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. Bahwa orang-orang yang Telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.โ€ (Al-Anbiyaaโ€™: 98-101)
Memahami tauhid dengan semua bagiannya menjadi terasa penting, agar kita bisa memberikan semua yang menjadi hak Allah sebagaimana mestinya.
Tauhid yang murni adalah dengan mewujudkan ketiga jenis tauhid tersebut.
(ูŽุฑุจู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุงุนู’ุจูุฏู’ู‡ู ูˆูŽุงุตู’ุทูŽุจูุฑู’ ู„ูุนูุจูŽุงุฏูŽุชูู‡ู ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู„ูŽู‡ู ุณูŽู…ููŠู‘ู‹ุง) [ู…ุฑูŠู…:65]
โ€œTuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, Maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan dia (yang patut disembah)?โ€ (Maryam: 65)
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ: ุฃูŽู†ู’ููู‚ู’ ุฃูู†ู’ููู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู„ู’ุฃูŽู‰ ู„ูŽุง ุชูŽุบููŠุถูู‡ูŽุง ู†ูŽููŽู‚ูŽุฉูŒ ุณูŽุญู‘ูŽุงุกู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽ. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ุฐู ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุบูุถู’ ู…ูŽุง ูููŠ ูŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุฑู’ุดูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ู…ููŠุฒูŽุงู†ู ูŠูŽุฎู’ููุถู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ููŽุนู
Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, โ€œAllah โ€˜Azza wa Jalla berfirman, โ€˜Berinfaklah, maka aku akan berinfak kepadamu.โ€™ dan Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, โ€˜Sesungguhnya tangan Allah terisi penuh, pemberian-Nya siang maupun malam tidak pernah menguranginya.โ€ Juga beliau bersabda, โ€œTidakkah kalian melihat bagaimana Allah telah memberikan nafkah (rezeki) semenjak Dia mencipta langit dan bumi. Sesungguhnya Allah tidak pernah berkurang apa yang ada pada tangan kanan-Nya.โ€ Beliau bersabda, โ€œdan โ€˜Arsy-Nya ada di atas air, di tangan-Nya yang lain terdapat mizan (timbangan), Dia merendahkan dan meninggikan.โ€ (HR. Bukhari No. 4684 dan Muslim No. 993)
Sejak dulu hingga sekarang, begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang โ€œtuhanโ€ yang disembah, yang dapat dimintai pertolongan dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan illahiyah. Keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras, sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syiar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek iโ€™tiqad dan amaliyah. Dengan syiar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi. Seputar syiar ini pulalah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlangsung.
Sebagaimana halnya wudhu bisa batal, shalat bisa batal, puasa bisa batal, demikian pula tauhid juga batal. Karena itu, setiap hamba harus berhati-hati dari segala hal yang bisa membatalkan tauhidnya dan menjadi sebab masuk neraka, yaitu syirik akbar dengan semua jenisnya. Syirik akbar dapat menghapuskan tauhid secara keseluruhan. Sedangkan syirik ashghar dapat mengurangi kesempurnaan tauhid seseorang.
Di antara bentuk syirik akbar adalah berdoa (memohon) kepada selain Allah Taโ€™ala. Padahal doa adalah ibadah yang harus ditujukan kepada Allah.
ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู
โ€œDoa adalah ibadah.โ€ (HR. Abu Daud No. 1481 dan At-Tirmidzi No. 3247. Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih)
Di antara kaum Muslimin juga terdapat orang yang tergoda oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan, padahal Nabi Shallallaahu โ€˜alaihi wasallam yang mulia telah menyatakan:
ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽุฑู‘ูŽุงูู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽุงู‡ูู†ู‹ุง ููŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽู‡ู ุจูู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ุจูู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู.
โ€œBarangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad.โ€ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah)
Tidak sedikit dari kaum Muslimin yang mendatangi penghuni-penghuni kubur, berdoa di depan batu-batu nisannya, meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. Bahkan lebih dari itu, seringkali mereka memuji dan mengagungkan penghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul โ€™alamin.
Semua yang terjadi di alam semesta, terjadi dengan izin Allah Taโ€™ala. Maka ketika ada bahaya yang menimpa hamba, hanya kepada-Nyalah memohon.
(ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูŽู…ู’ุณูŽุณู’ูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุถูุฑู‘ู ููŽู„ูŽุง ูƒูŽุงุดูููŽ ู„ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ููˆูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูŽู…ู’ุณูŽุณู’ูƒูŽ ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑ)[ุงู„ุฃู†ุนุงู…:17)
โ€œDan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan dia sendiri. dan jika dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.โ€ (Al-Anโ€™aam: 17)
Jenis syirik yang lain adalah syirik dalam niat dan kehendak. Beramal namun niatnya hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia, riyaโ€™ (amalnya ingin dilihat orang) atau sumโ€™ah (amalnya ingin didengar orang)
(ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูŽุง ู†ููˆูŽูู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฎูŽุณููˆู†ูŽ 15 ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุญูŽุจูุทูŽ ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุงุทูู„ูŒ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ) [ู‡ูˆุฏ: 15 - 16]
โ€œBarangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang Telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang Telah mereka kerjakan.โ€ (Huud: 15-16)
Ragam kesyirikan yang lain adalah syirik dalam ketaatan. Taat kepada makhluk dalam menghalalkan yang diharamkan Allah atau sebaliknya.
(ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐููˆุง ุฃูŽุญู’ุจูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฑูู‡ู’ุจูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‡)(ุงู„ุชูˆุจุฉ:ูฃูก)
โ€œMereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah.โ€ (At-Taubah: 31)
Bentuk syirik lain yang harus dihindari adalah syirik mahabbah (cinta) yang disertai dengan sikap taโ€™zhim (mengagungkan) dan merendahkan diri yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah.
(ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ุฏูŽุงุฏู‹ุง ูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุญูุจู‘ู ุงู„ู„ู‡(ุงู„ุจู‚ุฑุฉ:165)
โ€œDan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.โ€ (Al-Baqarah: 165)
Maโ€™asyiral Muslimin rahimakumullah
Syirik merupakan dosa yang tidak terampuni.
(ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ู‘ูŽ ุถูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง)ู(ุงู„ู†ุณุงุก:116)
โ€œSesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.โ€ (An-Nisaaโ€™: 116)
Ancaman bagi pelaku kesyirikan adalah terhalang merasakan nikmatnya masuk surga dan tempat tinggalnya kelak adalah di neraka.
(ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽุฃู’ูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู) [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:72]
โ€œSesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.โ€ (Al-Maaidah: 72)
Siapa di antara kita yang tidak menginginkan keselamatan di dunia dan akhirat? Siapa di antara kita yang tidak menginginkan masuk surga tanpa hisab, tanpa adzab? Siapa di antara kita yang tidak menginginkan merasakan kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat? Kunci itu semua adalah mewujudkan tauhid secara murni hanya untuk Allah semata.
Karena itu, mempelajari tauhid dan bahaya syirik melalui karya-karya para ulama menjadi terasa pentingnya. Karena dengan cara itulah kita akan mendapatkan petunjuk serta kebaikan pribadi dan masyarakat.

Sumber

http://www.minbarindo.com/_Dunia_Minbar/Aqidah_Dan_Keimanan/Urgensi_Tauhid_dalam_Mewujudkan_Kebahagiaan.aspx


Komentar