Kewajiban Istri Terhadap Suami

*KEWAJIBAN ISTRI KEPADA SUAMI*

_Kajian Kitab Riyadh Ash-Shalihin_

🎥 Oleh *KH. M. Shaleh Drehem, Lc., MA.*

#masjidalakbarsurabaya

Maghrib 17 Mei 2017

đź“–đź“–đź“–đź“–đź“–

*_Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya... ila akhiril hadits._*

đź“–đź“–đź“–đź“–đź“–

đź‘Ł Amir adalah Presiden, Gubernur, dan seterusnya. Ra'in itu kepemimpinan dalam hal apapun.
Dari hadits ini jelas, setiap masing-masing dari kita semuanya punya tanggung jawab.

đź’Ť Wanita itu telah diserahkan perwaliannya kepada suaminya maka ketaatan kepada suami itu multak dan di atas ketaatan kepada orang tua istri. Namun hanya kepada suami yang baik, qawwam, lurus, istiqamah, dan selalu ngangenin.
Qawwam itu artinya suami harus punya nilai lebih di atas istri dalam hal aqidah, ibadah, akhlaq, kesehatan dan harta. Berdasarkan ayat, _"Bima fadhdhalallah ba'dhahum 'ala ba'dhin wa bima anfaqu min amwalihim."_ *[QS. An-Nisa` (4): 34]*

🏝 Surga bagi wanita itu kavlingannya berbanding lurus dengan ketaatan kepada suaminya. Ini adagium sebagaimana riwayat Ummu Salamah istri Rasulullah.
Ibu-ibu ingin Surganya Allah, buat ridha suami, buat tenang suami, buat senang suami, insyaallah Surga sudah di depan mata.

🌋 Cekcok dan tukaran dalam rumah tangga itu biasa asal dalam hal yang diridhai Allah karena itu untuk perbaikan.
Dan setelah cekcok, suami minta maaf kepada istri itu bukan sesuatu yang aib, begitu pun sebaliknya. Ini demi menjaga keutuhan rumah tangga.

đź“ť Diringkas oleh *H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.*

Komentar